
Tanggal kembar seperti 9.9, 10.10, 11.11, hingga 12.12 sudah menjadi salah satu momentum penting bagi seller online. Berbagai promo, voucher, gratis ongkir, dan campaign marketplace membuat minat belanja dapat meningkat dalam waktu singkat.
Bagi seller, meningkatnya transaksi tentu menjadi peluang. Namun, semakin banyak order berarti semakin besar pula pekerjaan di belakang layar.
Stok harus tersedia, pesanan harus diproses, barang harus dipacking, dan semuanya perlu dikirim sesuai target. Jika operasional tidak siap, lonjakan order justru dapat membuat seller kewalahan.
Lalu, apa saja tantangan yang biasanya muncul saat tanggal kembar?
1. Lonjakan Order dalam Waktu Singkat
Pada hari biasa, jumlah pesanan mungkin masih mudah ditangani. Namun, saat campaign tanggal kembar berlangsung, jumlah order dapat meningkat dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Masalahnya bukan hanya jumlah pesanan. Seller juga harus menghadapi deadline pemrosesan yang semakin padat.
Order yang masuk harus segera diproses agar tidak menumpuk. Jika kapasitas tim tidak sebanding dengan volume order, backlog dapat mulai terbentuk.
Karena itu, seller perlu mempersiapkan kapasitas operasional sebelum campaign dimulai, bukan setelah order sudah membludak.
2. Stok Harus Lebih Siap
Promosi yang berhasil akan percuma jika produk yang dicari pelanggan justru kehabisan stok.
Seller perlu memperkirakan produk yang kemungkinan mengalami peningkatan permintaan dan memastikan stoknya tersedia sebelum campaign berjalan.
Selain jumlah stok, akurasi inventory juga penting. Selisih antara stok fisik dan stok di sistem dapat menyebabkan overselling atau pesanan yang tidak dapat dipenuhi.
Dengan inventory yang lebih terkontrol, seller dapat mengetahui jumlah barang yang tersedia dan mengurangi risiko kesalahan saat order meningkat.
3. Proses Picking dan Packing Bisa Menumpuk
Setelah order masuk, pekerjaan belum selesai.
Barang harus ditemukan di lokasi penyimpanan, diambil sesuai pesanan, diperiksa, kemudian dikemas sebelum diserahkan kepada kurir.
Ketika order meningkat secara drastis, proses picking dan packing dapat menjadi bottleneck.
Bayangkan jika ratusan pesanan harus diproses secara manual dengan alur yang sama seperti hari biasa. Waktu yang dibutuhkan tentu akan semakin panjang.
Karena itu, seller perlu memiliki alur fulfillment yang terstruktur. Penataan lokasi penyimpanan, penggunaan barcode, serta proses picking dan packing yang sistematis dapat membantu menjaga kecepatan operasional.
4. Risiko Salah Kirim Ikut Meningkat
Semakin banyak pesanan yang harus diproses, semakin besar pula kebutuhan untuk menjaga akurasi.
Kesalahan seperti salah produk, salah varian, jumlah tidak sesuai, atau label pengiriman tertukar dapat terjadi ketika proses dilakukan terlalu terburu-buru.
Masalah ini bukan hanya menambah pekerjaan seller. Pelanggan juga dapat mengalami pengalaman yang kurang baik dan seller harus menangani proses komplain atau retur.
Karena itu, kecepatan sebaiknya tetap berjalan bersama akurasi.
5. Gudang Bisa Kehabisan Ruang
Tanggal kembar juga dapat membuat kebutuhan penyimpanan meningkat.
Seller mungkin perlu menambah stok sebelum campaign. Artinya, ruang yang biasanya cukup untuk aktivitas normal bisa menjadi lebih padat.
Jika barang tidak ditata dengan baik, tim akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan produk yang dicari. Kondisi tersebut akhirnya kembali memengaruhi proses picking dan packing.
Pengelolaan ruang penyimpanan menjadi penting, terutama bagi seller yang mengalami pertumbuhan volume transaksi.
6. Pengiriman Bisa Semakin Padat
Setelah pesanan selesai dipacking, barang masih harus masuk ke proses pengiriman.
Lonjakan order dari banyak seller dalam waktu yang sama dapat membuat volume paket meningkat. Karena itu, seller perlu memperhitungkan jadwal pickup dan cut-off dari masing-masing layanan pengiriman.
Jangan sampai pesanan sebenarnya sudah selesai diproses, tetapi terlambat diserahkan kepada pihak pengiriman.
Koordinasi antara gudang, tim fulfillment, dan kurir perlu dipersiapkan sebelum campaign dimulai.
7. Retur dan Komplain Datang Setelah Campaign
Tanggal kembar tidak selesai ketika semua paket sudah dikirim.
Setelah campaign berakhir, seller masih perlu menghadapi kemungkinan retur, penukaran barang, atau komplain pelanggan.
Jika jumlah transaksi meningkat, jumlah kasus yang perlu ditangani juga berpotensi bertambah.
Karena itu, seller perlu memiliki alur yang jelas untuk menerima barang retur, melakukan pemeriksaan kondisi, memperbarui inventory, dan menentukan apakah barang dapat kembali dijual.
Tanggal Kembar Adalah Ujian Operasional Seller
Campaign tanggal kembar memang dapat membuka peluang untuk meningkatkan transaksi. Namun, semakin tinggi volume order, semakin besar pula kebutuhan terhadap operasional yang siap.
Seller perlu melihat campaign bukan hanya dari sisi berapa banyak order yang bisa didapat, tetapi juga seberapa siap bisnis memenuhi order tersebut.
Mulai dari stok, penyimpanan, picking, packing, inventory, pengiriman, hingga retur perlu dipersiapkan sebagai satu rangkaian proses.
Jika operasional sudah terlalu padat untuk dikelola sendiri, menggunakan layanan fulfillment dapat menjadi salah satu opsi untuk membantu menangani proses tersebut.
Fulfillment Membantu Seller Menghadapi Lonjakan Order
Faspoint membantu seller mengelola proses fulfillment mulai dari penyimpanan barang, inventory, picking, packing, hingga pengiriman.
Dengan proses yang lebih terstruktur dan dukungan sistem pengelolaan pesanan serta stok, seller dapat mempersiapkan operasional untuk menghadapi periode dengan volume order yang lebih tinggi.
Dengan begitu, seller dapat lebih fokus pada campaign, pemasaran, dan pengembangan bisnis, sementara proses pemenuhan pesanan ditangani melalui alur fulfillment yang terorganisir.
Tanggal kembar bukan hanya soal mendapatkan lebih banyak order. Pastikan bisnis Anda juga siap memprosesnya.
Butuh solusi fulfillment untuk menghadapi lonjakan pesanan? Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama Faspoint.
Fasdeli Group — solusi bagi kebutuhan bisnis Anda untuk mendukung proses logistik, fulfillment, impor, keuangan, dan pengiriman lintas negara.
- Fastruck — jasa truk logistik: https://fastruck.id/
- Faspoint — jasa fulfillment: https://faspoint.id/
- Genco — jasa impor FCL dan kepabeanan: https://gencoexpress.id/
- Harvest Indoexpress — jasa impor & freight forwarding: https://harvestindoexpress.id/
- Fasremit — layanan pengiriman uang antarnegara: https://fasremit.com/
- Fasdana — layanan pembiayaan impor: https://www.fasdana.id