
High season memang bisa menjadi momen penting bagi seller untuk meningkatkan penjualan. Order meningkat, transaksi lebih banyak, dan produk semakin dikenal.
Namun, ada satu masalah yang sering muncul setelah periode ramai berakhir: rating toko ikut turun.
Ketika jumlah pesanan meningkat drastis, proses operasional juga mendapat tekanan. Picking menjadi lebih padat, packing dikejar waktu, stok lebih sulit dipantau, dan risiko salah kirim semakin besar.
Jika tidak dikelola dengan baik, lonjakan order yang seharusnya menjadi peluang justru dapat meninggalkan masalah berupa komplain, retur, dan review negatif.
1. Pesanan Terlalu Banyak, Packing Mulai Terburu-buru
Saat high season, jumlah order bisa meningkat jauh dibandingkan hari biasa. Tim yang biasanya menangani puluhan pesanan mungkin harus memproses ratusan bahkan lebih dalam waktu singkat.
Tekanan tersebut dapat membuat proses packing menjadi terburu-buru. Kesalahan kecil seperti produk tertukar, jumlah tidak sesuai, atau packing kurang rapi pun lebih mudah terjadi.
Bagi pelanggan, pengalaman tersebut dapat langsung memengaruhi penilaian terhadap toko.
2. Salah Kirim Produk Semakin Sulit Dihindari
Semakin banyak pesanan yang harus diproses, semakin besar pula kemungkinan SKU tertukar, terutama jika produk memiliki varian yang mirip.
Misalnya, produk memiliki beberapa ukuran, warna, atau model. Tanpa proses picking yang terstruktur, barang yang benar dapat masuk ke pesanan yang salah.
Masalah seperti ini tidak hanya berpotensi menyebabkan retur. Pelanggan juga dapat memberikan rating rendah karena pesanan yang diterima tidak sesuai.
3. Stok Tidak Terpantau dengan Baik
High season juga memberikan tekanan pada pengelolaan inventory. Stok dapat bergerak jauh lebih cepat dibandingkan biasanya.
Jika pencatatan tidak dilakukan secara teratur, seller dapat mengalami perbedaan antara stok yang tercatat dengan stok fisik. Akibatnya, produk yang terlihat tersedia belum tentu benar-benar siap dikirim.
Kondisi ini dapat menyebabkan pembatalan pesanan, keterlambatan, atau pelanggan menerima informasi yang tidak sesuai.
4. Pesanan Terlambat Diproses
Rating toko tidak hanya dipengaruhi oleh produk. Kecepatan proses pesanan juga menjadi bagian dari pengalaman pelanggan.
Ketika order menumpuk, tim dapat mengalami backlog. Pesanan yang biasanya selesai dalam waktu singkat akhirnya membutuhkan waktu lebih lama untuk diproses dan diserahkan kepada kurir.
Bagi pelanggan, keterlambatan tersebut dapat menjadi alasan untuk memberikan ulasan negatif.
5. Packing Tidak Lagi Konsisten
Saat order masih normal, seller mungkin dapat menjaga standar packing dengan baik. Namun ketika volume meningkat, standar tersebut bisa berubah karena tim berusaha mengejar jumlah pesanan.
Packing yang kurang rapi, perlindungan produk yang tidak sesuai, atau penggunaan material yang terburu-buru dapat meningkatkan risiko barang rusak selama pengiriman.
Akibatnya, masalah yang terjadi di gudang dapat berujung menjadi komplain setelah barang sampai di tangan pelanggan.
6. Komplain Menumpuk Setelah High Season
Masalah operasional tidak selalu langsung terlihat ketika high season berlangsung. Sebagian pelanggan baru menyampaikan komplain setelah menerima barang.
Akibatnya, setelah periode ramai selesai, seller justru harus menghadapi banyak pekerjaan tambahan. Mulai dari menjawab komplain, memproses retur, mengecek pesanan, hingga menangani review negatif.
Jika tidak ada dokumentasi proses yang jelas, mencari sumber masalah juga menjadi lebih sulit.
7. Tidak Ada Dokumentasi Saat Packing
Ketika pelanggan mengklaim barang yang diterima salah atau kurang, seller membutuhkan informasi untuk melakukan pengecekan.
Tanpa dokumentasi, proses penelusuran dapat menjadi lebih sulit. Seller harus mengandalkan catatan manual atau mengulang pengecekan dari awal.
Karena itu, dokumentasi proses packing dapat membantu seller melakukan pengecekan ketika terjadi komplain. Di Faspoint, area packing dilengkapi kamera untuk mendokumentasikan aktivitas packing sehingga proses dapat ditelusuri ketika diperlukan.
Kamera bukan berarti dapat menghilangkan kesalahan atau menjamin tidak ada retur. Namun, dokumentasi tersebut dapat menjadi bagian dari proses kontrol dan membantu pengecekan ketika terjadi masalah.
Rating Turun Bukan Selalu Karena Produk
Ketika rating toko menurun, seller mungkin langsung menganggap masalahnya ada pada kualitas produk.
Padahal, pengalaman pelanggan mencakup lebih banyak hal. Produk yang bagus tetap dapat mendapatkan rating rendah jika pelanggan menerima barang yang salah, packing rusak, pesanan terlambat, atau proses penanganan komplain tidak berjalan baik.
Karena itu, evaluasi setelah high season sebaiknya tidak hanya melihat penjualan. Seller juga perlu melihat kondisi operasional dari proses order hingga barang diterima pelanggan.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah High Season?
Setelah periode ramai selesai, seller dapat melakukan evaluasi terhadap proses fulfillment.
Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain:
- Berapa banyak pesanan yang salah kirim?
- Berapa banyak pesanan yang terlambat?
- Produk apa yang paling sering diretur?
- Apa penyebab utama komplain?
- Apakah terdapat selisih stok?
- Bagaimana kondisi packing saat volume order meningkat?
- Apakah tim mampu mempertahankan standar operasional?
- Apakah proses packing memiliki dokumentasi yang cukup?
Dari evaluasi tersebut, seller dapat mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi high season berikutnya.
Fulfillment Membantu Menjaga Operasional Saat Order Meningkat
High season bukan hanya soal bagaimana mendapatkan lebih banyak order. Seller juga perlu memastikan pesanan tersebut dapat diproses dengan baik.
Fulfillment membantu menangani aktivitas operasional seperti penyimpanan, inventory, picking, packing, hingga pengiriman. Dengan proses yang lebih terstruktur, seller dapat mengurangi beban pekerjaan operasional internal ketika volume pesanan meningkat.
Faspoint juga mendukung integrasi marketplace dan website, monitoring stok, tracking pesanan, barcode scanning, labeling, serta dokumentasi aktivitas packing.
Dengan begitu, seller dapat lebih fokus pada penjualan, pemasaran, dan pengembangan bisnis tanpa harus menangani seluruh aktivitas gudang sendiri.
Jangan Tunggu Rating Turun untuk Membenahi Operasional
Rating toko merupakan salah satu bagian dari pengalaman pelanggan. Ketika rating mulai turun setelah high season, masalahnya bisa menjadi sinyal bahwa kapasitas operasional perlu dievaluasi.
Semakin cepat seller menemukan sumber masalah, semakin mudah proses perbaikannya dilakukan sebelum periode ramai berikutnya.
Jika order semakin banyak, tim mulai kewalahan, stok sulit dipantau, atau komplain meningkat setelah high season, Faspoint siap membantu mengelola proses fulfillment mulai dari penyimpanan, picking, packing, hingga pengiriman.
Satu Ekosistem untuk Berbagai Kebutuhan Bisnis
Fasdeli Group hadir untuk membantu bisnis mengelola berbagai kebutuhan, mulai dari impor, freight forwarding, trucking, fulfillment, pengiriman uang, hingga pembiayaan impor.
- Fastruck — Trucking & distribusi → fastruck.id
- Faspoint — Fulfillment & pergudangan → faspoint.id
- Genco — Impor FCL & kepabeanan → gencoexpress.id
- Harvest Indoexpress — Impor & freight forwarding → harvestindoexpress.id
- Fasremit — Pengiriman uang antarnegara → fasremit.com
- Fasdana — Pembiayaan impor → fasdana.id