High season bisa menjadi momen penting bagi bisnis online. Promo besar, campaign marketplace, hari raya, atau periode tertentu dapat membuat jumlah pesanan meningkat jauh dibandingkan hari biasa.

Namun, lonjakan order juga bisa menjadi masalah jika gudang tidak siap. Stok berantakan, proses picking melambat, packing menumpuk, hingga keterlambatan pengiriman bisa terjadi ketika kapasitas operasional tidak mampu mengikuti jumlah pesanan.

Karena itu, persiapan gudang sebaiknya dilakukan sebelum high season dimulai, bukan ketika order sudah menumpuk.

1. Pastikan Stok Sudah Siap

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan stok.

Periksa produk yang diperkirakan paling banyak dipesan dan pastikan jumlahnya mencukupi. Jangan sampai campaign sudah berjalan, tetapi stok justru tidak tersedia.

Selain jumlah stok, penempatan barang juga perlu diperhatikan. Produk dengan pergerakan tinggi sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah diakses agar proses picking dapat berjalan lebih cepat.

2. Rapikan Layout Gudang

Gudang yang terlihat rapi belum tentu memiliki alur kerja yang efisien.

Sebelum high season, evaluasi kembali posisi barang, area picking, area packing, dan jalur perpindahan barang. Pastikan tidak ada barang yang menghalangi aktivitas operasional.

Penataan yang baik dapat membantu tim bergerak lebih cepat ketika volume order meningkat.

3. Siapkan Kapasitas Picking dan Packing

Saat order meningkat, masalah biasanya tidak berhenti pada kapasitas penyimpanan.

Tim juga harus mampu mengambil barang, melakukan pengecekan, packing, dan memproses paket untuk dikirim. Jika jumlah tenaga kerja atau area packing tidak cukup, pesanan dapat menumpuk meskipun stok tersedia.

Karena itu, hitung perkiraan volume order dan pastikan kapasitas operasional mampu mengimbanginya.

4. Gunakan Sistem Inventory yang Terorganisir

Semakin banyak order, semakin penting akurasi inventory.

Kesalahan pencatatan dapat menyebabkan stok di sistem berbeda dengan kondisi fisik. Dampaknya bisa berupa overselling, salah picking, atau pesanan yang tertunda.

Sistem inventory yang terorganisir membantu tim mengetahui posisi dan jumlah stok dengan lebih baik. Bagi bisnis dengan banyak SKU dan channel penjualan, hal ini menjadi semakin penting.

5. Siapkan Sistem Fulfillment yang Bisa Menyesuaikan

Tidak semua bisnis memiliki kapasitas gudang dan tenaga kerja yang cukup untuk menghadapi lonjakan order beberapa kali dalam setahun.

Jika high season sering membuat tim kewalahan, bisnis dapat mempertimbangkan menggunakan layanan fulfillment. Dengan begitu, aktivitas seperti penyimpanan, inventory, picking, packing, hingga pengiriman dapat ditangani oleh tim fulfillment.

Pendekatan ini membuat bisnis tidak harus menambah seluruh infrastruktur gudang hanya untuk menghadapi periode ramai.

Jangan Menunggu Order Menumpuk

Kesalahan yang sering terjadi adalah baru mencari solusi ketika pesanan sudah mulai menumpuk.

Padahal, high season dapat diprediksi. Bisnis dapat melihat periode promo, data penjualan sebelumnya, serta produk yang biasanya mengalami peningkatan permintaan.

Dengan persiapan lebih awal, kapasitas gudang dan tenaga operasional dapat disesuaikan sebelum lonjakan benar-benar terjadi.

Faspoint Siap Membantu Saat Order Melonjak

Faspoint menyediakan layanan fulfillment yang membantu bisnis menangani berbagai aktivitas operasional gudang, mulai dari penyimpanan, inventory management, picking, checking, packing, hingga pengiriman.

Dengan menyerahkan sebagian operasional kepada tim fulfillment, bisnis dapat lebih fokus pada penjualan dan marketing, sementara proses pemenuhan pesanan tetap berjalan secara terstruktur.

Jadi, ketika high season datang, bisnis tidak hanya perlu menyiapkan stok.

Pastikan gudang, sistem, tenaga kerja, dan proses fulfillment juga siap menghadapi lonjakan order.