
Kebutuhan ruang gudang tidak selalu sama sepanjang tahun. Saat stok sedang sedikit, bisnis mungkin hanya membutuhkan ruang penyimpanan terbatas. Namun, ketika produk mulai laris atau memasuki periode promo, jumlah stok bisa meningkat berkali-kali lipat.
Masalahnya, jika bisnis menyewa gudang dengan kapasitas besar sejak awal, biaya tetap harus dibayar meskipun sebagian ruang belum digunakan. Sebaliknya, jika kapasitas terlalu kecil, gudang bisa cepat penuh dan mengganggu operasional.
Karena itu, bisnis membutuhkan sistem penyimpanan yang lebih fleksibel mengikuti perubahan jumlah stok.
Jangan Menentukan Gudang Hanya dari Stok Hari Ini
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menentukan kebutuhan gudang berdasarkan kondisi saat ini.
Misalnya, bisnis memiliki 5.000 unit barang dan langsung menyewa gudang dengan kapasitas 10.000 unit karena memperkirakan stok akan bertambah.
Jika pertumbuhan tidak sesuai perkiraan, sebagian ruang gudang akan kosong. Biaya sewa tetap berjalan, meskipun kapasitas tersebut belum dimanfaatkan.
Sebaliknya, ketika stok tiba-tiba meningkat, kapasitas yang tersedia bisa kembali tidak mencukupi.
Stok Naik Turun, Kebutuhan Ruang Ikut Berubah
Jumlah stok dapat berubah karena berbagai faktor. Promo, campaign marketplace, launching produk, hingga perubahan permintaan customer dapat membuat volume barang naik atau turun.
Karena itu, kebutuhan penyimpanan sebaiknya tidak dipandang sebagai sesuatu yang selalu tetap.
Bisnis perlu memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan kapasitas penyimpanan berdasarkan kebutuhan aktual.
1. Evaluasi Perputaran Stok
Tidak semua barang membutuhkan ruang dan perlakuan yang sama.
Produk yang cepat terjual akan lebih sering keluar masuk gudang. Sementara produk dengan perputaran rendah dapat berada di gudang dalam waktu lebih lama.
Dengan mengetahui pola pergerakan setiap SKU, bisnis dapat mengatur penempatan barang dengan lebih efisien.
2. Pisahkan Stok Berdasarkan Kebutuhan
Pengelompokan stok dapat membantu memaksimalkan penggunaan ruang.
Barang dengan tingkat permintaan tinggi dapat ditempatkan di area yang mudah diakses. Sementara produk yang jarang bergerak dapat ditempatkan di area penyimpanan yang lebih sesuai.
Dengan cara ini, ruang gudang tidak hanya digunakan untuk menampung barang, tetapi juga mendukung proses picking yang lebih efisien.
3. Siapkan Kapasitas untuk Musim Ramai
Periode promo besar dapat membuat jumlah order dan kebutuhan stok meningkat secara signifikan.
Daripada mempertahankan gudang besar sepanjang tahun hanya untuk menghadapi beberapa periode ramai, bisnis dapat mempertimbangkan solusi penyimpanan yang lebih fleksibel.
Dengan demikian, kapasitas dapat disesuaikan ketika kebutuhan meningkat tanpa harus terus membayar ruang besar saat periode normal.
4. Pertimbangkan Fulfillment
Fulfillment dapat menjadi alternatif bagi bisnis yang kebutuhan penyimpanannya terus berubah.
Daripada menyewa dan mengelola seluruh gudang sendiri, bisnis dapat menggunakan fasilitas fulfillment untuk menyimpan dan memproses barang.
Selain penyimpanan, proses seperti inventory management, picking, packing, dan pengiriman juga dapat ditangani dalam satu alur operasional.
Dengan begitu, bisnis tidak harus membangun seluruh infrastruktur gudang sendiri.
Bayar Sesuai Kebutuhan, Bukan Ruang yang Tidak Terpakai
Konsep utama dari fleksibilitas fulfillment adalah menyesuaikan penggunaan fasilitas dengan kebutuhan bisnis.
Ketika volume stok meningkat, kebutuhan penyimpanan dapat ikut meningkat. Ketika stok kembali normal, kebutuhan ruang juga dapat disesuaikan.
Pendekatan seperti ini dapat membantu bisnis menghindari kondisi ketika terlalu banyak membayar kapasitas yang sebenarnya belum digunakan.
Faspoint Membantu Menyesuaikan Operasional dengan Pertumbuhan Bisnis
Faspoint menyediakan layanan fulfillment untuk membantu bisnis mengelola aktivitas gudang tanpa harus membangun dan mengoperasikan seluruh fasilitas sendiri.
Mulai dari penyimpanan barang, pengelolaan inventory, picking, packing, hingga pengiriman dapat ditangani dalam satu rangkaian operasional.
Bagi bisnis yang jumlah stoknya berubah-ubah, fleksibilitas seperti ini dapat membantu mengurangi beban pengelolaan gudang dan membuat operasional lebih mudah mengikuti pertumbuhan bisnis.
Jadi, ketika stok berubah, kebutuhan gudang tidak harus menjadi masalah. Yang penting adalah memiliki sistem penyimpanan yang mampu ikut berubah sesuai kebutuhan.