Ketika bisnis mulai berkembang, kebutuhan gudang biasanya ikut meningkat. Stok bertambah, order semakin banyak, dan ruang penyimpanan yang ada mulai terasa tidak cukup. Pada kondisi seperti ini, membangun gudang sendiri sering terlihat sebagai solusi jangka panjang.

Namun, biaya bangun gudang tidak hanya berasal dari konstruksi bangunan. Ada banyak pengeluaran lain yang perlu diperhitungkan, mulai dari lahan, struktur bangunan, rak, listrik, keamanan, tenaga kerja, hingga sistem pengelolaan inventory.

Karena itu, sebelum memutuskan membangun gudang sendiri, penting untuk menghitung kebutuhan dan biaya secara menyeluruh.

Berapa Biaya Bangun Gudang?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua gudang. Biaya pembangunan dapat berbeda tergantung luas bangunan, lokasi, spesifikasi konstruksi, jenis material, tinggi bangunan, fasilitas pendukung, hingga kondisi lahan.

Semakin besar dan kompleks kebutuhan gudang, semakin besar pula investasi yang harus disiapkan.

Selain biaya pembangunan fisik, perusahaan juga perlu memperhitungkan biaya operasional setelah gudang mulai digunakan. Jangan sampai investasi awal sudah besar, tetapi biaya bulanannya justru membebani cash flow bisnis.

Biaya Bangun Gudang Bukan Hanya Soal Bangunan

Ketika menghitung investasi gudang, beberapa komponen berikut perlu diperhatikan:

Artinya, harga bangunan per meter persegi saja belum cukup untuk menentukan apakah membangun gudang merupakan pilihan yang ekonomis.

Bangun Gudang Sendiri Punya Kelebihan

Membangun gudang sendiri tentu memiliki beberapa keuntungan.

Perusahaan memiliki kontrol lebih besar terhadap layout, sistem penyimpanan, dan proses operasional. Gudang juga dapat dirancang sesuai karakteristik produk dan kebutuhan bisnis.

Selain itu, jika volume penyimpanan sudah sangat besar dan stabil dalam jangka panjang, investasi gudang sendiri dapat menjadi pertimbangan yang masuk akal.

Namun, manfaat tersebut baru terasa optimal jika kapasitas gudang memang akan digunakan secara konsisten.

Masalahnya, Kebutuhan Gudang Bisa Berubah

Bisnis tidak selalu tumbuh dengan pola yang sama.

Ada periode ketika order meningkat drastis, tetapi ada juga masa ketika penjualan kembali normal. Jika perusahaan membangun gudang berdasarkan perkiraan pertumbuhan yang terlalu tinggi, sebagian kapasitas bisa tidak terpakai.

Padahal, biaya seperti bangunan, listrik, keamanan, maintenance, dan tenaga kerja tetap berjalan.

Inilah salah satu risiko ketika bisnis terlalu cepat menambah kapasitas gudang.

Fulfillment Bisa Menjadi Alternatif

Jika bisnis belum siap melakukan investasi besar, menggunakan jasa fulfillment dapat menjadi pilihan.

Dalam model fulfillment, perusahaan tidak perlu membangun seluruh infrastruktur gudang sendiri. Stok disimpan di fasilitas fulfillment dan proses operasional dapat ditangani oleh penyedia layanan.

Alurnya dapat mencakup:

Barang masuk → Penyimpanan → Inventory → Picking → Checking → Packing → Pengiriman

Dengan cara ini, bisnis dapat menggunakan fasilitas dan operasional gudang tanpa harus menanggung seluruh investasi awal.

Kapan Sebaiknya Bangun Gudang Sendiri?

Membangun gudang sendiri dapat dipertimbangkan jika kebutuhan penyimpanan sudah relatif stabil dan perusahaan memiliki volume barang yang besar secara konsisten.

Selain itu, perusahaan juga perlu memiliki modal dan sumber daya untuk mengelola operasional gudang dalam jangka panjang.

Sementara itu, jika volume order masih naik turun atau bisnis sedang dalam tahap ekspansi, fulfillment dapat memberikan fleksibilitas yang lebih besar.

Jangan Hanya Membandingkan Harga Gudang

Kesalahan lain adalah membandingkan biaya pembangunan gudang dengan biaya fulfillment hanya berdasarkan harga tempat.

Perbandingannya harus lebih menyeluruh.

Misalnya, biaya bangun gudang mungkin merupakan investasi jangka panjang. Namun, perusahaan tetap perlu menghitung biaya tenaga kerja, sistem inventory, peralatan, maintenance, keamanan, dan operasional setiap bulan.

Sebaliknya, fulfillment memungkinkan bisnis menyerahkan sebagian aktivitas tersebut kepada pihak yang memang fokus pada pengelolaan gudang dan pemenuhan pesanan.

Karena itu, gunakan total cost of ownership sebagai dasar perbandingan, bukan hanya harga bangunan atau harga sewa.

Faspoint Membantu Bisnis Tanpa Harus Bangun Gudang Sendiri

Faspoint menyediakan layanan fulfillment dan warehousing untuk membantu bisnis mengelola aktivitas operasional gudang.

Layanan dapat mencakup penyimpanan barang, pengelolaan inventory, picking, checking, packing, hingga pengiriman. Dengan demikian, bisnis dapat mengurangi kebutuhan untuk membangun dan mengelola seluruh sistem gudang secara mandiri.

Solusi ini cocok dipertimbangkan oleh bisnis yang sedang berkembang dan membutuhkan kapasitas penyimpanan yang lebih fleksibel.

Daripada langsung mengeluarkan investasi besar untuk membangun gudang, bisnis dapat terlebih dahulu menghitung volume stok, pola order, kebutuhan ruang, serta biaya operasional secara keseluruhan.

Jadi, Bangun Gudang atau Fulfillment?

Tidak ada jawaban yang sama untuk setiap bisnis.

Jika volume barang sudah besar, stabil, dan kebutuhan gudang dapat dipastikan dalam jangka panjang, membangun gudang sendiri bisa menjadi investasi yang layak.

Namun, jika kebutuhan masih berubah-ubah dan bisnis ingin menjaga fleksibilitas biaya, fulfillment dapat menjadi alternatif yang lebih praktis.

Yang paling penting, jangan terburu-buru membangun gudang hanya karena ruang penyimpanan mulai terasa penuh.

Hitung dulu kebutuhan, biaya investasi, biaya operasional, dan potensi pertumbuhan bisnis. Dari sana, Anda bisa menentukan apakah membangun gudang sendiri benar-benar lebih menguntungkan atau menggunakan fulfillment justru lebih efisien.

Temukan Solusi Bisnis dari Fasdeli Group

Fasdeli Group: solusi bagi kebutuhan bisnis Anda untuk mendukung proses logistik, fulfillment, impor, keuangan, dan pengiriman lintas negara.

Silakan kunjungi:

Fastruck — jasa truk logistik
Faspoint — jasa fulfillment
Genco — jasa impor FCL dan kepabeanan
Harvest Indoexpress — jasa impor & freight forwarding
Fasremit — layanan pengiriman uang antarnegara
Fasdana — layanan pembiayaan impor